TOUR d’SMI 2015

Memanfaatkan liburan akhir Tahun sudah menjadi tradisi khususnya di Indonesia dengan mengisi kegiatan-kegiatan baik yang berguna maupun yang tidak berguna, namun kegiatan yang tak berguna pun merupakan penafsiran / interpretasi dari masing masing individu.

Berfoya-foya menghambur-hamburkan harta dengan pesta pora mabuk-mabukan, sex party, menyalakan petasan, konser dengan mendatangkan artis mahal, bagi mereka yang melakukannya merupakan suatu kegiatan penghilang penat, menunda stress dan defresi. Secara sosial perilaku demikian merupakan aktivitas anti sosial yang tidak mempunyai rasa simpati dan empati terhadap kondisi bangsa yang carut marut, acak adut. Perilaku manusia yang sudah putus urat malunya.

Hari libur akhir tahun identik dengan kemacetan, seperti halnya hari raya Idul Fitri, alih-alih cari hiburan segar, jadinya tambah stress dijalan, stress pengguna jalan dan stress masyarakat yang dilalui. Ada manfaatnya tapi lebih banyak mudhorotnya. Itulah jika waktu tidak dimanage dengan baik khususnya oleh pemerintah.

Memanfaatkan hari libur, jika diisi dengan perilaku positif akan memberikan hasil positif bagi pembinaan jiwa raga, bagi bangsa dan negara dan terutama menumbuhkan individu yang berfikir, berperilaku dan bertutur positif.

Memanfaatkan hari libur panjang tahun 2015, tepatnya tanggal 24-25-26 dan 27 Desember 2015, komunitas TOPASS CCB, melalui musyawarah dan mufakat dan merupakan kegiatan rutin tahunan menjelang akhir tahun selalu dilaksakanan program touring. Touring tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumya, dimana touring selalu dilaksanakan setiap tahun baru, dan itu kita berkontribusi terhadap kemacetan yang sudah pasti, kecuali kalau setiap orang bersepeda, nggak bakalan ada yang namanya kemacetan.

Jika AUDAX pertengahan semester tahun ini kita Saba ka Urang Baduy, nach liburan kali ini acaranya Tour d’Smi dengan kegiatan selain ngaboseh dari Bogor ke Selabintana Sukabumi juga diisi dengan kegiatan sosial sebagaimana tradisi AUDAX TOPASS CCB, dan jalinan silaturahim dengan komunitas pesepeda dari Sukabumi diantaranya Siliwangi BC, SBC, SMS, KOMPASS, KODIM 0607, dan SECAPA POLRI.

KRONOLOGI TOUR D’SMI

25/12/2015 Jam 07.00 Sebanyak 33 topasser berkumpul di Base Camp Ciawi. Persiapan dan kesiapan tour di evaluasi, sambil ngopi dan sarapan pagi. Setelah cek dan ricek dinyatakan 2 sepeda tidak laik boseh. Dengan penuh penyesalan kang Wawan pulang dengan tentengan sepeda, sementara kang Guru walau sempat pesimis namun dengan tekad kuat men loading sepeda sampai Cibadak dan service sepeda sampai kembali sehat wal afiat dan layak ditunggangi. Jam 08.00 Start setelah brifing dan berdo’a maka brul rombongan memulai petualangan dengan niat ibadah tasyakur dan tadabur alam. Perjalanan di hari Jum’at itu terasa hidmat, bukan kecepatan dan balapan tapi kebersamaan yang selalu dipupuk agar tidak saling menyombongkan diri dengan kekuatan dan kehebatan diatas sadel. Juga disiplin aturan berlalulintas dan saling mengingatkan agar BERSATU KESELAMATAN NOMOR SATU ! Bike Point pertama LIDO RESORT, dan setelah terkumpul semua maka bring rombongan melanjutkan perjalanan dengan bike point 2 pertigaan Cidahu. Nah disini terlihat bagaimana berdisiplin dengan kesepakatan, masih ada yang labas merasa kuat dan bisa melanjutkan ngaboseh, padahal intinya tadi solidaritas untuk mengayuh bersama agar bisa saling mengawasi dan mengingatkan jika ada hal-hal yang tidak inginkan.

IMG-20151227-WA0002 IMG-20151227-WA0001 IMG-20151227-WA0000 IMG-20151226-WA0011 IMG-20151226-WA0010 IMG-20151226-WA0009 IMG-20151226-WA0008 IMG-20151226-WA0007 IMG-20151226-WA0006 IMG-20151226-WA0005 IMG-20151226-WA0004 IMG-20151226-WA0003 IMG-20151226-WA0002

Jam 11.10, Istirahat dan Shalat Jum’at di Masjid Sekarwangi Cibadak Sukabumi. Setelahnya perjalanan dilanjutkan menuju Sukabumi dengan kondisi cuaca yang panas diatas 30 derajat Celcius, sehingga banyak yang terkuras stamina ditambah kontur jalan menanjak panjang.

Jam 14.30, rehat di bike point Masjid Aher, sekedar melepas penat dan berkumpul lagi. Setelah berkumpul semua gowes lagi menuju Sukabumi.

15.00 Kembali istirahat di Masjid Agung Sukabumi, menunggu saatnya shalat Ashar diisi dengan kuliner kudapan ringan dan photo-photo di Alun-alun Sukabumi. Setelah Shalat berjamaah Ashar gowes lagi menuju peristirahatan Saung Paintball Zatria di Selaawi Salabintana.

18.30, shilaturahim dengan tokoh-tokoh masyarakat dan LSM serta pers sukabumi. TOPASS mendermakan pakaian baru bagi masyarakat yang membutuhkan juga menyumbangkan sejumlah Rp. 650.000 buat renovasi Masjid dan Madrasah serta santunan anak yatim. Alhamdulillah malam ini ada makan gratis dan susu murni kiriman teman-teman Sukabumi.

Istirahat malam dengan iringan suara alam dan guyuran hujan menyambut kehadiran kita di Sukabumi.

26/12/2015 jam 07.30 setelah sarapan bubur, roti, pisang goreng dll. Topasser bersiap start dengan berbasmalah maka melajulah 30 topasser memulai tanjakan 100% menuju Pondok Halimun, dengan guide Kang Jamal dan Khaidir dari SBC. Perjalanan yang cukup berat di pagi hari yang cerah, walau banyak juga yang TTB namun akhirnya bisa sampai di bike point PH. Atas bantuan teman-teman pesepeda SMI beberapa sepeda yang mengalami error dapat teratasi. Ternyata di atas PH kita telah disambut oleh sahabat gowesser SMI dari Siliwangi BC dibawah komando pak Haji Dadang, pak AKP Ifan, Komandan Bambang, pak Erwin, pak Fatur dll. Setelah sambutan dan do’a, kita memberikan cendera mata berupa pin Sahabat TOPASS.

09.00 perjalanan dilanjutkan bersama-sama untuk menikmati turunan batu yang licin. Inilah ujian sesungguhnya bagi sepeda dan nyali gowesser. Sepeda dengan spek biasa sudah terbukti nggak bakalan kuat disiksa di medan batu dengan turunan panjang yang bikin pegal tangan dan betis. Pak Tile nggak bisa gowes lagi pedal sepedanya lepas, Mas Wardi mah nggak bisa lagi duduk diatas sadel sepedanya selli sih banyak yang lepas baut. Pak Nardi Rak sepeda lepas, juga Akew Rak sepedanya longgar hilang baud.

Alhamdulillah trek ini bisa dilewati dengan selamat, walau ada saja insiden kecil jatuh dari sepeda. Pak Karim ngacleng hingga anunya tersangkut stang, sahabat kita ada yang terpental masuk semak-semak. Pak Agus nyungsruk hingga tangan kaki terluka, kang Doyok ragrag mengguncang gunung Salak.

11.30 Karena stamina sudah terkuras kita nggak bisa melanjutkan ke destinasi lainnya, dan perjalanan harus diakhiri di Alun-alun Cisaat sambil menikmati makan siang dengan makanan super enak tapi murah dan meriah.

Kita dilepas dengan salam perpisahan dari sahabat-sahabat gowesser Sukabumi.

Sampai bertemu lagi dengan AUDAX berikut ke Kampung Naga atau Gunung Padang.

Categories: Komunitas sepeda, Sepeda, sepeda gunung | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: