Bersepeda Malam Menyenangkan FNR alias FUN NITE RIDE

Sejak tahun 2000-an, bersepeda menjadi salah satu olahraga yang banyak peminatnya. Mulai dari sepeda lipat, hingga sepeda gunung terlihat satu-dua hingga bergerombol di jalan raya.

Tapi lalu muncul kendala, terutama bagi para pesepeda yang tinggal di kota besar seperti Jakarta, yang setiap saat didera kemacetan dan polusi yang meraja. Perdebatan terjadi: apakah bersepeda betul-betul menyehatkan, atau menambah penyakit baru (karena polusi tersebut)?

Di antara para pesepeda, ada trik dan tips tertentu untuk isu ini. Banyak jawaban bertebaran. Masker adalah solusi paling tepat -sejauh ini – untuk mengatasi problem polusi. Setelah sebelumnya Anda berusaha mencari jalan tikus paling teduh dan rindang ketika bersepeda – yang notabene minim polusi. Sementara, untuk masalah kemacetan, belakangan banyak pesepeda yang senang bersepeda malam hari.

Dan bulan Ramadhan tidak menghalangi untuk melakukan aktivitas bersepeda di malam hari (NR). Biasanya dilakukan selepas shalat tarawih, kumpul di bike point (tikum) tentukan rute gowes epedanya bareng-bareng menyusuri kota, perkampungan bahkan sampai hutan gunung dan kuburan, yang biasa dilakukan Topasser.

Malam hari, udara lebih sejuk, terlindung dari teriknya matahari. Jika malamnya tepat, kemacetan pun sudah reda. Sebetulnya, ini kondisi bagus untuk para pesepeda jika ingin menggowes. Polusi minim, begitu pula kemacetan. Konon pula, bersepeda malam hari memberikan pengalaman dan sensasi yang berbeda, ketimbang bersepeda siang hari. Segala pemandangan kota akan terasa berbeda pada malam hari. Belum lagi, tambahan lampu kota dan lampu sepeda yang berkelap-kelip. Acara menggowes pasti jauh lebih menyenangkan.

Tapi, jangan lupakan, setiap kali bersepeda malam, ada hal-hal yang harus dipersiapkan. Berikut adalah di antaranya.

  1. Kondisi sepeda
    Sebelum berangkat, cek kondisi sepeda Anda, seperti bagian rem, gigi, ban, rantai, dan lain-lain.
  2. Lampu
    Ini jelas penting. Selain lampu sepeda (depan dan belakang), gunakan pula lampu yang menempel di handlebar sepeda ataupun headlamp. Terserah Anda. Silakan pilih salah satu, atau gunakan keduanya.
  3. Pakaian
    Gunakan pakaian berwarna cerah agar Anda bisa tetap terlihat orang lain atau kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang di jalan. Jangan juga nakal. Pilih pakaian berlengan panjang, atau jaket wind-breaker. Selain menjaga tubuh dari angin malam, juga dari nyamuk.
  4. Reflektor
    Reflektor bermanfaat untuk menginformasikan keberadaan kita. Yang biasa digunakan adalah reflektor putih untuk depan dan merah untuk buritan sepeda.
  5. Klakson
    Jelas, ini perlu. Anda bisa menyadarkan orang lain atau pesepeda lain ketika Anda ingin meminta jalan kepada pengguna jalan yang lain, atau meminta perhatian (memberi tanda) pesepeda yang lain.
  6. Helm
    Sebetulnya, tidak hanya ketika gowes malam, pada saat pagi, siang, sore, setiap saat, helm ini wajib dikenakan.
  7. Perangkat sepeda
    Pompa ban, pembuka ban, dan lain-lain akan menyelamatkan Anda jika terjadi sesuatu dalam perjalanan gowes Anda. Lebih baik sedia payung sebelum hujan toh?
  8. Air Minum
    Untuk menjaga stamina Anda. Anda harus tetap secara berkala mereguk air walaupun belum merasa haus. Ini akan menjaga tubuh Anda tetap bekerja baik dan tidak keletihan berlebih.
Categories: Komunitas sepeda | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: