Hijrah di Bulan Nopember

IMG_0806

Hijrah bermakna ‘change’ atau perubahan. Perubahan dalam pengertian positif yaitu dari i’tiqad, lisan dan amaliyah yang salah, buruk dan busuk kepada i’tiqad, lisan dan perilaku yang lebih baik menurut ajaran Ilahi. Sebagaimana Rasulullah SAW dengan para sahabatnya yang merupakan agent of change bagi dunia pada umumnya, membawa ummat manusia kepada peradaban yang lebih manusiawi, yaitu dengan mengembalikan fitrahnya sesuai dengan fitrah Allah SWT.

Tentang Hijrah ini, telah banyak diulas oleh para ahli dan penulis, yang intinya makna dan hikmah dari 1 Muharram adalah peringatan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makah ke Madinah, dari sistem negara Jahiliyah kepada sistem Negara Madani. Kemudian ajakan introsfeksi diri (muhasabah) tentang 5W 1H.

Pada bulan inipun, tepatnya tanggal 10 Nopember diperingati sebagai Hari Pahlawan, dengan barometer perjuangan Bung Tomo dan arek-arek Suroboyo yang dengan semangat ALLAHU AKBAR ! dapat mengalahkan musuh yang lebih kuat, bagaikan Daud melawan Jalut (David vs Goliath).

Buat Gowesser Topass, tentu saja bulan ini harus dijadikan sebagai momen buat perubahan yang lebih baik lagi, sebagaimana makna dan hikmah Hijrah tersebut, diiringi semangat berjuang mengisi kemerdekaan dengan amaliyah nyata demi perubahan baik diri, keluarga dan negara yang lebih taqorrub (mendekatkan) kepada Allah SWT.

Beberapa agenda Topass, setelah Peringatan Harlah yang ke 20, dengan thema Bersepeda Untuk Indonesia yang Lebih Baik, dilaksanakan dengan sederhana karena pesepeda harus mampu hidup dalam kesederhanaan, jauh dari perilaku hidup sombong, agul ku payung butut asa aing uyah kidul, hedonist style, konsumerisme, dan perilaku tercela lainnya.  Baca Radar Bogor Rabu 23/10/2013.

Ciaruteun, menuju Longhorn Bike Cidokom Bogor

Ngawangkong Sareng Kang Bima

Pada hari Ahad (3/11/2013), Topass berkesempatan dialog (ngawangkong) dengan Wali Kota Terpilih Dr. Bima Arya di lapangan sempur. Dalam suasana kekeluargaan diiringi heureuy canda tawa tiada sekat shilaturahim dengan masyarakat, khususnya gowesser.  Dengan rendah hati kang Bima melayani sesi berphoto dengan masyarakat yang tiada hentinya terus meminta photo bareng.

Pada acara dialog, berbagai masukan dan inspirasi dari peserta mulai dari regulasi dan perhatian akan pesepeda dengan bike line, pendidikan yang terjadinya gap, pelayanan kesehatan dan rumah sakit yang tidak ramah, kemacetan, PKL dll dll. Sehingga julukan Kota Bogor bukan hanya kota Hujan air, tapi hujan masalah, kota 1001 masalah. Kita tinggal menunggu janji dan realisasi kelak dari F1 untuk mengatasi permasalahan tersebut dan tentu kita akan mendukung serta mengontrol program dari pemerintahan Kota Bogor dibawah kang Bima setelah pelantikan bulan April nanti.

Semoga diberikan kekuatan akan amanah yang akan diemban oleh Wlikota termuda ini.

Ngaboseh

Awal Ahad bulan Nopember rencananya Topass akan ke Tapos lewat tepas, trek yang akan dilalui via Camp Hulu Cai, jalanan sampai Camp ini jalan aspal dengan tanjakan sedang panjang yang akan menguras stamina. Dari Camp Hulu Cai jalanan mulai masuk single trek tanah dengan tanjakan pula yang panjang, kalau sudah turun hujan atau sedang hujan jalanan tanah merah yang lengket sangat susah untuk digowes. Masuk hutan jati jalanan mulai rata, tapi masih loba bagong jeung oray, keluar dari sini masuk jalanan aspal komplek Tapos.  Di lahan ini  pemandangan sangat luas, bebas untuk menikmati kota bogor dan pegunungan Salak Pangrango. Jalanan aspal yang mulai rusak harus sangat berhati-hati saat turunan yang curam, kalau kurang nyali lebih baik ttb saja, ikuti kata hati demi keselamatan.

Setelah turunan ada tanjakan pastinya dengan elevasi yang sama dengan turunan tadi, lepas dari sini kita masuk perumahan sapi yang terkenal sekali di jaman pak Harto. Apa kabar le, lebih baik pada jamanku toh.  Peternakan sapi ini merupakan tempat lobi pak harto pada zamannya. Jika di jaman Orde Baru dengarnya saja sudah seram, namun manakala hari ini kita berkesempatan masuk di peternakan ini, suasana lain. Bisa menghirup udara segar, bisa lihat penggemukan sapi-sapi. Hanya ingat, harus jaga sikap agar sopan santun dijaga.

Keluar dari peternakan ini, jalanan menurun 100 persen dengan aspal mulus kecepatan sepeda bisa kecepatan 50 km/jam. Namun harus dijaga lebih baik pelan-pelan saja banyak angkot dan ojek serta anak-anak, aki-aki dan nini dijalanan. Sampai Cibedug ke Ciawi kita bisa ngopi dulu di rumah penulis, biasa disediakan kopi terenak sedunia kopi Bandung Aroma Robusta atau Arabika. Fresh lagi selamat sampai berkumpul dengan keluarga.

Pertengahan atau Akhir Bulan Nopember

Sensasi pesepeda dengan trek baru XC merupakan sesuatu yang dicari.  Namun teramat sangat jarang  jika sensasi bersepeda di sepanjang rel Kereta Api jurusan Bogor Sukabumi. Menurut rencana PT KAI, mulai tanggal 8 Nopember  2013 akan mengoperasionalkan Kereta Jurusan Bogor-Sukabumi-Bogor. Sebelumnya vakuum. Saat vakuum inilah penulis mencoba trek sepanjang rel KA dari Stasion Batu Tulis Hingga Cisaat Sukabumi itu yang pertama. Berikutnya dari stasion Batu Tulis sampai Caringin Maseng, dilanjutkan ke Cipadang dan Pasir Pogor Kaki Gn Salak lanjut ke Cihideung dan masuk sumber air PAM keluar dari Cipaku masuk Dekeng, treknya XCTREM, tidak dipruntukkan bagi newbie. Cerita serunya akan dibagi-bagi dalam bentuk nyata ngaboseh ‘nyiksa’ sapedah dan gowesser Topass kalau bersedia. Pak Andi dan Pak Guru serta Doyok oge pa Yunus sudah siap cenah. Yah, nanti kita jadwalkan.

Caaagg Ah, Boseh lagi Maangg !

Categories: Komunitas sepeda | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: