TREK BOGOR ITU VARIATIF DAN TIDAK MEMBOSANKAN

TOPASS (13/1/3013), Guyuran hujan sejak Desember 2012 hingga Januari 2013 tiada henti, seolah langit ingin menumpahkan kekesalannya, kesedihannya atas perilaku manusia di bumi yang merasa bangga dengan perbuatan dosa dan pelanggaran atas ketetapan Yang Maha Kuasa. Hujan yang merupakan anugrah bagi penghuni bumi, kini menjadi petaka bagi manusia, itu atas ulah manusia juga yang serakah dan tidak peduli dengan alam. Contoh gampangnya Kebiasaan seenak udelnya buang sampah ke sungai, selokan, got dan dimana saja. Membabat hutan kaya dia yang nanam sendiri, bikin perumahan sakadaek sakahayang, produksi pabrik yang bikin global warming dll. dll.
Cag ah ! Ahad ini cuaca cukup bersahabat khususnya bagi gowesser Topass yang sudah memenuhi tikum lapangan sempur (padahal nggak ada CFD ahad ini) mungkin pa Polisi dan pa Pemdanya masih kecapean selepas malam Tahun Baruan. Saat ini pun TOPASS mendapat liputan dari Tabloid Free IN, yang rencananya akan dimuat pada edisi II. Selanjutnya start dari Taman Kencana sejumlah 43 gowesser (Sayangnya nggak ada srikandinya) melakukan apruk-aprukan nuturkeun ban depan. Rencananya mau ke Sawit, yang disambut bahagia oleh kang Naming katanya ingin bebelesekan padahal mah meh gancang balik?. Tujuan blusukan akhirnya diputuskan ke Cikeas, Cibubur, dan mapay lembur ngajajah milangan kori kemana kaki ngagowes. Perjalanan santai dan lebih fun. Menemukan kuliner makan siang di daerah Pasir Laja menuju Gunung Hambalang yang benar-benar murah meriah. Makan saseubeuhna antara 7 rebu sampai 10 rebu. Nggak ada Darmaji (dahar lima ngaku hiji), sangat terlarang darmaji di Topass. Apalagi si neng tukang nasinya katanya Jahe, wah semakin rame saja akang-akang, bapa-bapa sampai aki-aki ikut terlibat ngagoda jahe. Ingat umur ki ! emut nini di bumi ngantosan.

Nah, kalau perjalanan ini semua fit, 99% gowess. Walau jalanan becek namun 60% jalan aspal dan beton pnpm. Selebihnya tanah dan makadam. Cocok dilalui semua tingkatan, termasuk anggota baru kita yang walau sedikit ripuh tapi memberikan kesan mendalam dalam sejarah hidupnya. Ia akan bangga : “ wah saya mah tadi ………………….”.
Wilujeng Patepang deui Ahad payun di tempat anu matuh tur maneuh di Sempur atanapi Taman Kencana.

Categories: Komunitas sepeda | Tags: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: