GOWESS Ramadhan is NR4FREEDOM

Malam Jum’at pada bulan Ramadlan, sesuai dengan jadwal NR dengan tajuk NR4FREEDOM, yaitu perjalanan malam untuk mengenang jasa para syuhada (pahlawan) kemerdekaan sekaligus dengan tadzkirah bagi kita yang masih hidup agar mengisi sisa umur ini dengan sesuatu yang bermakna bagi kehidupan.

Start dari tikum Taman Kencana jam 22 selepas tarawih, 40 gowesser Topass berkumpul dan berdo’a untuk memulai perjalanan malam. Berkumpul malam-malam di Lapangan terbuka dan menyaksikan langit dengan kerlipan bintang dan terang bulan seakan memberikan kesempatan untuk terbukanya jalan bagi tujuan mulia ini. Kebesaran akan ciftaan Allah Swt sebagaimana dituangkan dalan Qur’an surat al-An’am 97 : “ Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikanya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjadikan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang berilmu”.

Jalan di malam hari mengingatkan sebagian yang pernah hidup di Bogor sekitar tahun 70-80an, yaitu jalanan yang lengang dan sejuk, walaupun hanya diterangi lampu jalan dan lampu senter dari sepeda. Jalanan yang lengang tidak terjadi di pasar  Bogor, justru jam 23 di pasar tersebut sedang ramai-ramainya sehingga jalananpun penuh dengan para pedagang sayur yang tumplek di tengah jalan, sehingga sulit sekali sepeda untuk ditunggangi,  dan ttb tentu saja keharusan. Jalan Suryakencana lepas dan masuk Sukasari  lewat Batutulis dengan tujuan TMP Dreded.

Di TMP Dreded saat itu baru saja usai Upacara HUT Kemerdekaan RI, tentu saja kehadiran pesepeda membuat aneh para peserta yang baru bubaran tersebut. Dan kita sampaikan jika kitapun saat itu ikut berjiarah bagi para arwah pahlawan. Masuk di makam semua goweser berdiam diri sejenak, tengah malam di tengah kuburan jika dilakukan seorang diri mana berani, namun karena kita banyakan nggak ada sedikitpun rasa takut. Setelah mengheningkan cipta, perjalanan dilanjutkan tujuannya ke makam RD Saleh di Empang. Perjalanan ke makam tersebut melalui jalan-jalan gang pemukiman yang padat penduduk, dan lokasi makam pelukis tersebut memang terletak ditengah-tengah pemukiman keturunan Arab Empang.

Dari Makam RD Saleh, rombongan melanjutkan perjalan melalui Pulo dan Ciapus, masuk kota dan dilanjutkan ke makam TPU Blender. Ada penemuan aneh di makam ini. Jurig ? atau Pocong dan Kuntilanak ? tentu saja iya ! Sepasang kekasih yang mau melakukan zinah di tengah kuburan berhasil digagalkan oleh gowesser. Aneh bin ajaib anak muda sekarang, pacaran (maksiyat) tengah malam Jum’at di tengah kuburan dan mencari yang ‘tengah’. Alhamdulillah, kepergok sama gowesser karena penghuni Blender mah sudah tidak berdaya.

Dari Blender, istirahat sejenak di rumah pak Nardi, dan dilanjutkan perjalan ke rumah bapak MS Kaban untuk melaksanakan Sahur Bersama.

Kuliah Subuh dari bapak MS Kaban di Rumah beliau saat sahur bersama selepas NR bertepatan dengan 17 Agustus 2012

“……. Puasa merupakan  keadilan Allah,  puasa  itu  adil yang dibuat Allah SWT. Sebagai syari’at kepada kita semua,  kaya miskin tetap puasa. Itulah keadilan kepada siapa yang benar. Kenyataan (di negara ini) keadilan saat ini adalah keadilan kepada siapa yang bayar. Jika adil, maka akan makmur. Sehingga kita akan punya sikap syukur yang merupakan akhlaq baik, akhlak kepada Allah,  yaitu sikap menerima apa yang diberikan Allah. Kedua,  akhlaq kepada Allah  adalah sabar, sabar ada dua, sabar maksiyat seperti Fira’un, yang sabar bertahun-tahun dengan pelanggaran kepada Allah. Dan, Sabar bersyari’at, sabar mencegah munkar, sabar menerima taqdir. Seperti orang yang dilahirkan buta maka ia harus sabar dalam menjalani kehidupan akan taqdir. Ada sabar seperti Nabi  Yunus yang  sangat memaksa kepada ummatnya untuk menjalankan syariat Allah. Namun ummatnya  belum siap Sehingga ummatnya marah kepada Nabi Yunus sehingga beliau terusir ke laut dan dimakan paus. Allah SWT.  mengingatkan : “ Janganlah kau berbuat seperti  hamba-Ku bernama Yunus”.  Yang dilarang itu berbuat  sikap terburu-buru, tergesa-gesanya. Nabipun ditegur oleh Allah. 

Mengayom kemerdekaan harus sabar, muslim  itu harus sabar sebagaimana sabarnya Rasulullah SAW. walau beliau dicibir dan dikatakan sinting, gila dll.

Seperti  menggowes, yang dibutuhkan adalah kesabaran, nanjak, putus rantai, pecah ban, diserobot  sepeda motor yang tidak tertib. Saling salib, langgar rambu lalu lintas dll.

Syukur yang ketiga adalah memfungsikan mata untuk melihat keakbaran Allah, telinga untuk mendengarkan ayat-ayat Allah dan mulut untuk berbicara sesuai dengan  kehendak Allah. Harta harus difungsikan  di jalan Allah.

Jika tidak puas dengan keadaan kemerdekaan saat ini, maka  sampaikan dengan cara-cara yang baik. Karena kemerdekaan  negara ini buah dari perjuangan para Syuhada dengan darah dan air mata.

Semoga kita menjadi orang yang  sabar dan bersyukur atas kemerdekaan dan yang kita lakukan harus bermamfaat bagi orang lain.” 

Categories: Komunitas sepeda | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: