NR Ramadhan

TOPASS (4/8/12) Starting point dari Taman Kencana 8 gowesser TOPASS memulai perjalanan menuju Gadog. Waktu menunjukkan pukul 16.00 kafilah ini dipimpin pak Karim dan pak Doyok. Cuaca sore itu sangat panas menyengat dan jalan yang dilalui 100% jalan aspal dengan tanjakan yang panjang. Dalam kondisi puasa tentu perjalanan ini cukup berat, namun hal itu tidak menyurutkan gowesser untuk melakukan perjalanan menuju masjid Besar Gadog. Selain kafilah utama tadi, juga terdapat kafilah kecil dengan 4 orang gowesser pimpinan pak Atma yang mengambil start dari Cimanggu, juga para single fighter yang bersolo karir dengan tujuan yang sama. Sehingga terkumpulah sejumlah 16 gowesser TOPASS yang berpartisifasi dalam rangka Ultah 2 KSI sekaligus santunan yatim piatu dan santapan rohani, juga santapan jasmani-nya. Yang penting undangan sudah terpenuhi, siapapun pengundangnya (hadits Rasulullah mengatakan bahwa, Ciri mu’min itu diantaranya jika diundang datang). Shilaturahim-pun terjalin dengan para gowesser Jabodetabek. Setelah mendengarkan ceramah, Bukber, shalat maghrib berjamaah, makan safi, Shalat Isya-Tarawih. Perjalanan NR dimulai dengan tujuan keliling seputaran Bogor dan berakhir Sahur bersama di rumah  Ketu pa Taopik.

Penasihat

Penasihat

NR kali ini hanya diikuti 10 orang saja, perjalanan mengitari kota Bogor pada malam hari terasa sejuk dan cenderung tiris  bikin ngahodhod. Jalanan yang senggang bahkan kosong melompong terasa merdeka jiwa ini, yang biasanya jalanan padat dengan kendaraan ber bbm yang bikin pusing dengan suaranya yang bising serta asap yang mulek belum lagi stress para pengemudi yang biasanya mengumpat dengan sumpah serapah khas kebon binatang. Itulah jalanan pada umumnya di Indonesia yang bukan saja bikin polusi udara, polusi pendengaran juga bikin polusi hati. Awalnya dari apa yang kita lihat, dengar dan kita rasakan, lama-lama bikin kesal akhirnya ngambek, maka keluarlah kalimat kebon binatang. Karena nggak terima akhirnya parea-rea omong alias paseaSing gelut ! sing gelut !. Kata Aa Gym : Jagalah hati…..

Bahkan, NR kali ini melewati kuburan Blender. Kalau siang-siang mah nggak ada apa-apanya, apalagi itu merupakan tempat pavorit maksiat yang bobogohan nu teu boga cedo. Biar takut, tapi kalau bareng-bareng nggak ada rasa takutnya, tuh. Makanya ini pun mengajarkan kepada kita jika babarengan rasa takut akan hilang. Bukan kitanya yang takut, sebaliknya, justru yang takut jurignya. Saat jurig pada nongkrong diluar kuburan mereka berlarian pada masuk lagi ke kuburan, takut kelindas sepeda. Kuburan juga mengingatkan kita (lihat hal 2, bulletin ini). Kitapun akan seperti mereka.

Cukup hangat setelah NR, saatnya sahur tiba. Soto dan sop dihantam 10 orang gowesser ini, bahkan ada yang bekal ke rumah. Mumpung ada om !.  Sampai jumpa NR berikutnya. Ahad pagi kumpul lagi di tikum kita Taman Kencana sekalian online. Ada Wifi-nya di taman tekno ini.  / Rencana Tour Ujung Genteng Sukabumi 2 Pekan Setelah Lebaran /.

Categories: Komunitas sepeda | Tags: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: